Langsung ke konten utama

Alumni FKG UNAIR Zahrotur Riyad Jadi Dokter Teladan Nasional 2016

UNAIR NEWS – Sejak lulus sebagai dokter gigi dari FKG UNAIR pada tahun 2003, Zahrotur Riyad langsung terjun ke masyarakat. Lantas, pada 2010, Ibu tiga anak ini bertugas di Puskesmas Galang, Batam, Propinsi Kepulauan Riau. Wilayah kerjanya meliputi sekitar 100 pulau, di mana hanya sekitar 35 pulau yang berpenghuni.
Bersama dengan tim kesehatan, dia berpindah-pindah dari satu pulau ke pulau lain, setiap hari. Hingga saat ini. Medan yang ditempuh tentu saja tidak mudah, karena pulau-pulau kecil harus dijangkau dengan perahu kecil dan mengarungi lautan.


Baca artikel lain juga : 
https://belajarcerdas91.wordpress.com/2017/08/22/sering-nyanyi-di-musik-lorong-kini-jadi-pemusik-level-nasional/

Dokter gigi enerjik yang hobi menulis dan membaca ini baru menyadari bahwa ilmu yang diterima di bangku kuliah tidaklah cukup jika ingin sukses menjadi seorang yang bermanfaat bagi sesama manusia. Dalam perjalanan tugas sebagai dokter gigi, Uris, begitu nama panggilannya saat kuliah, berjumpa dengan berbagai lapisan masyarakat.
Permasalahan sosial yang mereka hadapi membawa Uris menjadi staf ahli pusat informasi dan kegiatan kesehatan reproduksi sejak tahun 2010. Sebagai konselor, ia memberikan penyuluhan mengenai pencegahan narkoba dan kesehatan reproduksi remaja.
Hasil kerja keras dan doa dari istri Ahmad Khalis Tontowi membuahkan hasil. Data tahun 2013 dan 2014, menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat akan kesehatan reproduksi dan tidak ada lagi remaja yang hamil di luar nikah di wilayah Pulau Galang.


Baca artikel lain juga : 
http://belajarcerdasbaik.blogspot.co.id/2017/08/asma-lulusan-perdana-kelas.html

Uris yang masih aktif menulis di sejumlah surat kabar ini mendapatkan apresiasi di level nasional dan internasional atas pengabdiannya. Di antara penghargaan tersebut adalah; Ibu berprestasi 2015 kategori kesehatan dari HIPMI Peduli Kepri, Perempuan Inspiratif NOVA 2014 kategori kesehatan, Ikon Gerakan Revolusi Mental Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tahun 2016 bidang etos kerja, Penerima She CAN Inspiring Women 2015 dari Tupperware Indonesia, Nominator UNESCO Prize for Girl’s and Women’s Education 2016, Dokter Teladan Provinsi Kepualaun Riau 2016 dan Dokter Teladan Tingkat Nasional tahun 2016. (*)

Penulis: Humas FKG
Editor: Rio F. Rachman

Daftar Fakultas di Universitas Airlangga :
4.     Fakultas Hukum
5.     Fakultas Psikologi
6.     Fakultas Farmasi

Cari Artikel yang Sesuai dengan Penelitian Anda di :  http://repository.unair.ac.id/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun 2017, Nilai Tes SBMPTN Digunakan untuk Seleksi Jalur Mandiri UNAIR

Rektor UNAIR saat memberikan pernyataan terkait kebijakan penerimaan mahasiswa baru jalur Mandiri. (Foto: Yudira Pasada Lubis) UNAIR NEWS – Ada kebijakan berbeda dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur Mandiri Universitas Airlangga. Seleksi penerimaan mahasiswa baru di UNAIR jalur Mandiri tak lagi menggunakan tes tulis, melainkan nilai tes SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) tahun 2017. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. Mochammad Nasih, dalam jumpa pers di salah satu rumah makan di Surabaya, Rabu (19/4). “Pada tahun 2017, ada yang agak berbeda dengan jalur Mandiri. Kami mensyaratkan, lulusan tahun 2015, 2016, dan 2017, yang ingin mengikuti seleksi jalur Mandiri UNAIR harus mengikuti ujian SBMPTN 2017. Pada waktu mendaftar jalur Mandiri, peserta harus menyertakan kartu SBMPTN,” tutur Nasih. Baca artikel lain juga :  https://belajarcerdasbaik.blogspot.co.id/2017/08/beragam-kegiatan-warnai-perpisahan-kkn.html ...

PKM Unair “Gardu Ceria”, Langkah Konkrit Edukasi Warga tentang Sadar Lingkungan

PKM Unair “Gardu Ceria”, Langkah Konkrit Edukasi Warga tentang Sadar Lingkungan Berawal dari kondisi lingkungan kos, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) berinisiatif membuat program bagi masyarakat di lingkungannya. Mereka yaitu Laila Turrubi’ah, Nur Wantika, Rusdiatin Anggota, Imada Artikunarya dan Shindy Novia A’yun. Mereka melihat kondisi masyarakat kelurahan  Mulyorejo  Utara RT 3 RW 1 yang warganya kebanyakan berdagang. Mulai dari membuka toko-toko kecil, warung makan, warung kopi, sampai jasa pencuci kendaraan bermotor yang semua itu di lakukan di tepian sungai. Karena itu, mulai muncul sampah-sampah hasil produksi yang dibuang sembarangan ke sungai seperti sampah-sampah sisa makanan hingga air sisa dari pencucian piring dan kendaraan bermotor. “Di tepian sungai banyak air tidak dapat mengalir dengan maksimal. Bahkan warna air sungai sampai sudah berwarna kehitaman,”kesan Laila melihat kondisi awal sungai di lingkungan warga. Sayangnya,kondisi dem...